4 Ciri-ciri Kelinci Hamil Muda

Pada saat ternak kelinci akan melewati tahap mengawinkan antara jantan dan betina. Usia yang ideal untuk proses ini adalah 6-8 bulan. Setelah itu, hewan ini akan hamil. Untuk mengetahui hamil atau tidak perlu mengetahui ciri-ciri kelinci hamil itu seperti apa, simak ulasannya.

Seputar Produktivitas Kelinci

Perlu diketahui jika kelinci merupakan salah satu jenis hewan yang memiliki tingkat produksi cukup tinggi. Sehingga memberikan peluang besar untuk dijadikan ternak. Bahkan satu kali hamil bisa melahirkan sebanyak 5 hingga 15 anak kelinci.

Ciri-Ciri Kelinci Hamil Muda

  1. Menjadi Lebih Galak

Kelinci betina yang sedang hamil akan lebih sensitif dan menjadi sangat galak dari biasanya. Bahkan lebih agresif dibandingkan kelinci jantan. Maka dari itu perlu dipisahkan dengan yang jantan.

  1. Suka Menggali Tanah

Ketika kelinci betina sedang hamil sering kali terlihat merusak kandangnya sendiri. Setelah itu akan menggali tanah saat dikeluarkan dari dalam kandang. Kejadian ini merupakan bentuk alamiah untuk mempersiapkan kelahirannya.

  1. Perut Terlihat Buncit

Namanya juga sedang hamil berarti perutnya pasti akan terlihat menjadi buncit. Ketika diraba-raba perutnya akan terlihat semakin buncit ketika kehamilan berusia 17 hari.

  1. Mudah Merasa Lapar

Sama seperti manusia ketika sedang hamil kelinci juga mudah merasa lapar. Untuk itu pemilik harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Tujuannya supaya induk kelinci dan janinnya mendapatkan asupan nutrisi cukup sehingga berkembang biak dengan baik.

 

Sudah Tahu 3 Jenis dan Harga Domba Paling Populer di Indonesia?

Memelihara domba untuk diternak merupakan salah satu pekerjaan yang banyak ditemui di Indonesia. Berbeda dari domba domba yang ada di luar negeri, domba yang umumnya diternak di Indonesia adalah jenis domba pedaging, yang bisa dijual terutama saat momen hari raya kurban atau Idul Adha. Jenis domba apa saja yang paling populer dan berapa harganya? Yuk simak harga domba yang paling banyak diminati berikut ini!

 

Harga 3 Jenis Domba  Yang Paling Unggul di Indonesia

 

  1. Domba Ekor Gemuk (DEG)

 

Domba Ekor Gemuk atau yang lebih dikenal dengan sebutan DEG ini, merupakan jenis domba lokal yang mempunyai ekor besar dan tebal. Domba yang juga disebut domba kibas ini banyak ditemukan di daerah Jawa Timur dan Sulawesi. Perawakannya sedikit lebih besar dibanding jenis lainnya, dengan warna bulu yang putih namun teksturnya sedikit kasar.

 

Domba jantan dan betina ekor gemuk pada umumnya tidak memiliki tanduk, atau ada pula jenis DEG yang bertanduk tapi ukuran tanduknya sangat kecil. Domba jenis ini bisa juga diternakkan di daerah yang cuacanya kering atau panas, karena daya tahan tubuhnya cukup kuat. Sebagaimana diberitakan oleh portal berita Harapan Rakyat, harga domba ekor gemuk yang beratnya sekitar 18 kg hingga 40 kg adalah Rp 1,7 juta hingga mencapai Rp 3 jutaan.

 

  1. Domba Garut

 

Domba bertanduk kuat ini sering ditemui pada pawai hias atau adu domba, terutama di daerah Garut Jawa Barat. Domba yang menjadi primadona priangan ini, lahir dari hasil kawin silang domba lokal, domba capstaad Afrika Selatan, dan domba merino Australia. Domba Garut yang perawakannya besar dan sehat, bisa dijual dengan harga yang fantastis mencapai 10 juta rupiah. Sedangkan harga jenis domba Garut yang termurah adalah sekitar Rp 2 jutaan tergantung berat tubuhnya.

 

  1. Domba Ekor Tipis

 

Berbeda dari jenis domba ekor gemuk yang ekornya tebal, domba ekor tipis berwarna putih dengan kantong mata hitam dan memiliki ekor yang kecil. Domba jenis ini paling banyak dikembangbiakkan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan sangat mudah diternakkan. Harga domba ekor tipis yang spesies jantannya bertanduk melingkar ini, pada umumnya dijual dengan kisaran harga Rp 1,7 jutaan hingga Rp 3,5 jutaan tergantung besar bobot tubuhnya.

 

Jika anda ingin membudidayakan domba pedaging yang unggul, pilihlah satu dari ketiga rekomendasi tersebut karena sudah terbukti paling banyak diminati di Indonesia. Dengan menernakkan domba domba yang berkualitas, anda bisa meraup keuntungan yang fantastis terlebih jika memilih domba Garut yang paling kuat. Ketiga domba tersebut merupakan pilihan hewan kurban yang tepat untuk momen Idul Adha yang akan datang.

 

Pemotongan Sapi Super Canggih di RPH Dharma Jaya

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dharma Jaya terletak di kawasan Cilincing, Jakarta Timur. RPH yang satu ini digadang-gadang memiliki alat pemotongan hewan super canggih yang membuat proses pemotongan sapi bisa dilakukan dengan cepat. Salah satu alat yang digunakan oleh RPH ini adalah gergaji super besar yang mampu membelah sapi menjadi dua bagian. Hal ini lebih efisien daripada proses pemotongan konvensional yang memakan waktu cukup lama untuk memotong sapi menjadi beberapa bagian. Pemotongan konvensional juga tidak membutuhkan banyak orang untuk melakukan proses pemotongan.

Selanjutnya, alat-alat yang dimiliki RPH ini juga berukuran serba jumbo. Di bagian penggantungan, terdapat alat penggantungan daging berukuran besar yang mampu mengangkat beban sapi yang cukup berat. Proses menguliti sapi juga berlangsung tak kurang dari 5 menit. Alat-alatnya pengulitan sapi pun terbilang canggih dan mampu menguliti sapi dengan rapi. Lalu, proses penyembelihan juga berlangsung dengan sistematis dan tidak sembarangan. Di RPH ini, petugas yang telah menyembelih sapi akan memisahkan organ-organnya. Lalu bagian sapi tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diminta konsumen.

Selain dapat melakukan pemotongan sapi dengan cepat dan teratur, alat-alat penyembelihan juga terbuat dari bahan mutakhir. Alat tersebut terbuat dari bahan anti karat. Hal ini membuat daging tidak membusuk karena alat pemotongan yang berkarat. Selain itu, alat-alat tersebut sangat tajam sehingga daging sapi tak perlu melalui proses lama karena alat yang tumpul.

Limbah Pemotongan Sapi Menjadi pupuk

Selain menjadi tempat pemotongan favorit karena kecepatan dan alat super canggihnya, RPH Dharma Jaya juga memiliki inovasi tersendiri dalam mengolah limbah pemotongan sapi. Untuk menjaga lingkungan, RPH ini menjadikan limbah tersebut menjadi pupuk yang nantinya berguna untuk bidang pertanian. Limbah tersebut akan dikubur dalam lubang besar. Kemudian proses penguraian menjadi pupuk akan berlangsung dalam kurun waktu tahunan. Namun, meski prosesnya lama pupuk hasil dari limbah tersebut terbukti dapat menyuburkan tanah. Pupuk organik tersebut juga bebas bahan kimia.